like this!!!!

RESEPSENYUM

1 + …= 6

…+ 3 = 8

6 x …= 1296

…: 8 = 128

3x + 2y – 3z = -2
4x + y + 2z = 12

x = ?
y = ?
z = ?

Beberapa contoh soal matematika ketika kita masih kecil dulu. Mencari angka yang kosong dan menentukan nilai huruf yang dijadikan variabel dalam sebuah persamaan. Soal matematika yang ketika dulu sempat membuat kita berfikir keras (ato itu saya aja kali ya=P). Adek-adek sekarang gimana? Berfikir dengan keras juga ga ngerjain tuh soal? Berfikir keras aja ya…Biar kakak ada temannya…Hahhaa..

Ya. Soal dengan metode yang berbeda. Biasanya hasilnya yang kita cari, tapi yang ini hasilnya udah ditentuin faktor lainnya yang kita cari supaya memiliki persamaan dengan hasilnya.

Mirip dengan kisah saya ini. Kisah sekitar satu tahun yang lalu.

Bergegas menaiki anak tangga mengejar deadline waktu pendaftaran sebuah seleksi. Ketika dengan terburu-burunya menaiki anak tangga, sudut mata saya tiba-tiba menangkap wajah yang rasa-rasanya pernah saya kenal. Karena terburu-buru, saya tidak begitu mengacuhkannya. Terus berlari ke ruangan pendaftaran (nasib deadliner).

Syukurnya, pendaftaran masih dibuka. Saya mengisi blanko pendaftaran. Mengisi halaman berikutnya. Menyatukan file-file yang diperlukan. Mengambil foto. Dan bersiap-siap untuk menempelkannya di formulir pendaftaran.

“Kakak….”

Seseorang memanggil saya.

Saya menoleh.

Membelalakkan mata.

Tak percaya.

Dia adek kelas saya.

Dia, teman saya pulang pergi kursus ketika masih duduk di bangku MTsN.

Tujuh tahun sudah kami tidak bertemu.

Terakhir saya mengetahui kabarnya kalau ia melanjutkan kuliahnya di negeri jiran.

Akhirnya setelah tujuh tahun tak bertemu, kami bertemu di tempat pendaftaran seleksi itu. Sebuah kebetulan sekali. Tapi seperti saya mempercayai takdir, saya juga percaya bahwa tidak ada yang ‘kebetulan’ di dunia ini. Semuanya pasti ada dalam rencana Allah.

Dari pertemuan itu saya belajar tentang satu hal, bahwa sebuah kesamaan akan memberikan hasil pertemuan. Kesamaan-kesamaan adalah faktor-faktor yang diperlukan untuk sebuah pertemuan.

Coba saja kita lihat, kalau difikir-fikir tidak mungkin ada sebuah kemungkinan untuk bertemu dengannya di lokasi ini. Tapi apa? Hobi dan keinginan kami yang sama mempertemukan kami disini.

Belajar dari pengalaman ini, saya berfikir bahwa ketika kita menginginkan sesuatu buatlah sesuatu itu memiliki persamaan dengan kita atau buatlah kita memiliki faktor-faktor yang mendukung agar sesuatu itu memiliki kemiripan dengan kita supaya apa yang kita inginkan semakin dekat dengan kita dan semakin mudahlah kita untuk meraihnya (sok paten padahal bingung kan, hahaha).

Sederhananya, angka 1 dan angka 9 itu memiliki jarak yang…

View original post 156 more words

Wanna say something?? Tafadhdhol :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s