KE-TIDUR-AN

Tidur. Sampai hari ini msih saja menjadi tanda tanya besar dalam dunia kedokteran. Ya, tentang fungsi tidur. Ternyata tidak ada penelitian (menurut buku yang saya baca) yang berhasil menjelaskan fungsi tidur secara pasti, hanya hipotesis. Hee, banyak hal-hal sederhana dalam kehidupan dan alam semesta yang sampai hari ini belum terpecahkan ya. Terkadang saya mikir, beberapa hal mungkin tidak butuh jawaban teoritis hasil penelitian, ya, cukuplah dengan merasai, mengalami, yah walaupun jelas tidaklah bisa dipertanggungjawabkan keshahihannya, tapi untuk kepuasan diri atas tanya yang menggelayut, cukuplah.

 

Ya seperti itu juga tidur, dengan segala misterinya. tak terbantahkan, kita perlu tidur. Kalo tak tidur besoknya jadi lemas, sakit kepala atau balas dendam tidur seharian. Hmm, masalah berapa jam nya itu tergantung individu masing2. Siapa bilang tidur harus 8 jam. hehe, dari penelitian katanya untuk mengembalikan fungsi fisiologis tubuh, kita hanya butuh tidur 2 jam, ya dan selebihnya hanya mengikuti siklus malam, ya siklus malam, sunnatullah bahwa malam diciptakan untuk beristirahat. Makanya ada dosen saya yang ternyata tidur hanya 4-5 jam sehari tapi beliau luar biasa sehat dan aktif padahal usia sudah tidak muda lagi.

 

Begitulah, hee, nah, kembali ke topik, tentang tidur eh bukan ke-tidur-an maksud nya. Saya sering chatting dengan teman dan akhirnya tiba-tiba tidak ada balasan. Menunggu. Dan besok paginya datanglah permintaan maaf via sms ” maaf ya, semalam aku ke-tidur-an” padahal chattingnya di laptop bukan handphone lo.Haha kok bisa ya ketiduran, menurut pengamatan dan pengalaman saya ada 2 kemunkginan, pertama, laptop nya ada diatas tempat tidur, dia berbagi tempat tidur dengan laptop, posisi jelas tidak mantap. Kedua, dia akhirnya tidur tidak di tempat tidur misal diatas meja dengan laptop masih menyala, pintu kamar yang belum dikunci dan yang lebih parah belum shalat Isya.

 

Nah, itulah beda tidur dan ke-tidur-an. Tidak hanya masalah sengaja dan tidak sengaja. Tapi masalah persiapan.

Tidur, speerti aktifitas-aktifitas lainnya juga butuh persiapan. Persiapan secara umum ya menyelesaikan segala urusan yang akan mengganggu ketenangan tidur. Seperti mengunci pintu kamar, mengecek kompor (yang punya dapur,hehe) dan memastikan sudah shalat Isya. Persiapan standar lainnya ya kebersihan diri dan tempat tidur itu sendiri. Sunnah nabi ya kan ya. Berwudhu dan gosok gigi sebelum tidur. Membersihkan tempat tidur dengan mengibas2kan sebanyak 3 kali, mengatur posisi mantap untuk tidur, dan ditutup dengan doa, ya minimal do’a sebelum tidur.🙂 Masih ingat kan yak pelajaran TK kita dulu. Bismika Allahumma ahya wa amuut.

 

*catatan sebelum tidur setelah chatting dengan saudara yang mengaku ketiduran🙂. jangan ketiduran lagi, tidurlah.

*NtMS

 

Wanna say something?? Tafadhdhol :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s