SERTA MERTA

“ serta merta aku benci dia”

“ kenapa bisa?”

“ ya benci saja padahal tidak pernah ada apa-apa diantara kami”

“benarkah, hee, bersungut2 atau mendelik dengan mata yang tak sepakat dengan arah kepala adalah melakukan apa2 🙂 , mencari-cari aibnya, berharap sesuatu yang buruk terjadi padanya. Itu semua adalah proses membenci “

 ***

“serta merta aku cinta dia”

“ah benarkah,?”

“ ya, aku bahkan tidak ingat kapan tepatnya aku cinta dia, serta merta saja”

“hehe, ingatkah kau betapa kau melakukan apa yang disuruhnya, mendahulukan kepentingannya, berharap yang terbaik untuknya, membersamainya, menanyai kabarnya, maka itu prosesmu mencintai dia”

 ***

“ serta merta aku lupa dengan nya?”

“hee, tidak ada serta merta lupa anak muda, semua karena proses, proses melupakan, kau tidak pernah lagi menyebut2 nya, kau tidak pernah lagi menuliskan namanya, kau tidak pernah lagi berkomunikasi dengan nya bahkan bertanya kabar saja sudah jarang?kapan terakhir kau kunjungi dia?lupa juga kah?itu proses mu melupakan”

 

Nb: Benarlah, tidak ada sertamerta untuk kita manusia, kun fayakun hanya milik Sang Penguasa. Maka jangan pernah berputus asa bahkan terhadap rasa, benci, cinta. Atau tentang ingat dan lupa. Karena semua adalah hasil dari proses. Maka berproseslah. Dan hidup adalah pilihan, keputusan untuk mencintai, membenci, mengingat, melupakan. Dan atas semua proses dan rasa semoga kita sematkan di tempat yang seharusnya. Atas izin sang Pemilik Hati tentunya. Keep Fighting!!

2 thoughts on “SERTA MERTA

Wanna say something?? Tafadhdhol :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s