Manusia Terdidik??!! Are We??!!

Hari ini banyak pelajaran, berhubung tadi itu jadwal rutin ngumpul di markas.

Ingin mereview aja, sekalian sharing resume diskusi kami…:
Let’s check it out…

1.  Terbuka terhadap perubahan.

Perubahan itu abadi kata orang bijak. Ya benar, dunia ini berubah, begitu juga dengan segala hal dan proses didalamnya. Teringat sekian tahun yang lalu handphone monophonic adalah barang mewah. Nah nah sekarang handphone 3 aja sekelas smartphone terkesan biasa kan. Berubah kan ya.

Nah jadi perubahan adah keniscayaan..untuk survive yaa harus terbuka dengan perubahan.
Bukan berarti menerima begitu saja, jelas harus ada filter, penyesuaian dan modifikasi. Tapi ya begitulah biar maju ya harus berubah gak saklek, mentok aja. Menuju yang lebih baik tentunya. Itu baru manusia terdidik.🙂

2.Tegas tapi tidak agresif

Bedanya ap??

Tegas dilakukan dari awal. Misal, sedari awal kamu tuh dah sosialisasikan ke teman-temannya kalau kamu gak sepakat tu yang nama nya TA2 an. Jadinya ya teman2 jadi paham prinsip kita. Nah kalo agresif itu adalah ketika sudah terjadi baru kita tunjukkan sikap sehingga terkesan berlebihan dan keras. Misal kasus TA2 an..ya pas kawan kamu TA eh tiba-tiba dengan polos kita lapor jujur kalau kawan kita TA. Kita jadi dianggap keras dan berlebihan kan.

Jadi bedanya ya itu, tegas dimulai dari awal diawali dengan sosialisasi, pemahaman. Kalau Agresif itu ya tiba-tiba aja dan cenderung keras, memaksa dan berlebihan.
Manusia terdidik tau bagaimana menjadi sosok tegas nan tak agrssif🙂.

3. Pribadi yang proaktif dalam hal-hal yang bermanfaat.

Benar mungkin kita punya sosok panutan. Idola la ecek2 nya, bisa itu kawan, senior, guru atau bahkan orang tua. Tapi ya bukan berarti harus nunggu semua contoh atau instruksi dari beliau2 tersebut. Kan namanya udah manusia terdidik kan ya..jadi udah punya bekal hati nurani untuk timbang ini itu. Yang mana yang 1 kg yang mana yang 1 ons. Hehe..

Nah jika ada peluang yang baik maka segera ambil: misal ada kajian ilmi di kampus atau training jurnalistik, karena gak disuruh seniornya jadi malas2 an ikut padahal acaranya terbuka untuk umum. Kan udah jadi manusia terdidik.
Contoh lain di bidang pendidikan. Mahasiswa tahun akhir..segera tuh cari peluang beasiswa..googling sana sini..atau apply sana sini. Masalah pekerjaan juga begitu. Ada peluang bagus di posisi tertentu ya kejar aja, jangan tunggu2 disuruh2 bos atau senior tau org tua. Manusia terdidik ya harus gitu, bersegera mengejar yang paling banyak manfaatnya. Say goodbye to sia-sia.

4. Kita sudah terdidik jika kita sudah punya sikap mawas diri.

Mawas diri itu ketika bisa menghargai semua kelebihan dan memaklumi kelemahan. Kelebihan siapa kelemahan siapa? Ya kelebihan diri kelemahan diri. Kelebihan kelompok kelemahan kelompok. Efek nya apa..ya kita akan mencintai diri dan kelompok kita dengan realistis, tidak dipenuhi ekspektasi-ekspektasi tinggi yang berujung kekecewaan. Karena kits, kelompok kita adalah sosok atau kumpulan manusia terdidik nan percaya no body is perfect but trying to do the best.

5. Jika sudah bisa menjadi insan yang mandiri dan merdeka.

Mandiri dan merdeka itu adalah ketika bisa berbuat jauh dari intervensi siapapun. Bahkan jika kaum terdidik itu adalah budak sekalipun. Yasir..Bilal..Sumayyah.adalah contoh paling tepat manusia terdidik dari kaum budak pada zaman rasulullah. Mereka budak namun merdeka dari semua pemahaman majikan2 mereka.Luar biasa bukan.

Manusia terdidik adalah manusia-manusia merdeka.
Merdeka dari semua hal yang membelenggu, pemimpin, kekuasaan, uang dan hal-hal lain yang memasung.

6. Jika kita adalah sosok yang berperasaan tapi tidak emosional.

Berperasaan adalah mampu.mendeteksi perubahan-perubahan yang terjadi di sekeliling. Kita bisa tau si A sedang ada masalah ketika melihat rona wajahnya berubah. Atau kita bisa merasakan perubahan kondisi kampus ketika si A menjabat sebagai gubernur.

Kita bisa mengenal perubahan-perubahan yang terjadi dan mampu menyikapinya mencari solusi. Bukan bertindak emosional yang cenderung gegabah, bersifat subjektif dan pada akhirnya malah mengacaukan keadaan.

Manusia terdidik adalah manusia ber-sensory canggih dengan motoric terkendali.

7. Ketika kita mampu belajar dari kesalahan.

Namanya juga manusia, penuh khilaf dan salah. Jadi parameter nya bukanlah total akumulasi kesalahan, tapi seberapa banyak taubat dan belajar dari kesalahan.

Tidak terbebas dari kesalahan adalah fitrahnya manusia. Maka penyikapan kita terhadap kesalahan adalah indikasi terdidik seseorang bukan berapa banyak kesalahannya.

8. Jika kita hidup di masa sekarang bersikap realistis dan berpikir relatif.

Perihal diri misalnya. Sering mengenang-ngenang masa lalu sehingga menghakimi diri sendiri. “Aku dulu parah banget, orang jahat, gak mungkin berubah”.
Efeknya jelas tidak baik. Pikiran kita akan membuat defense tersendiri sehingga menghalangi kita untuk bergerak kedepan, meningkatkan kualitas diri.

Contoh lain, perihal orang lain. Ketika melabel saudara sendiri sebagai sosok yang tidak bertanggung jawab hanya karena pernah suatu kali ia lupa mengumpulkan tugas kelompok.Lalu dengan lantangnya berkata ” Gak usah percayai dia, dia gak bertnggung jawab, gak akan berubah dia, tau kali aku sifatnya”

Menghakimi dan menuding hanya akan menimbulkan kenikmatan sementara sepihak. Hasilnya, tidak ada kebaikan pihak manapun. Penuding maupun yang dituding.

Nah, manusia terdidik menjalani pendidikan dengan tujuan menhasilkan pendidik, penyeru bukan hakim.

Usahlah menoleh kebelakang. Pakai kaca spion boleh untuk panduan, pelajaran. Tapi tetap kita hidup berkendara berkelana saat ini, menuju kedepan. Jangan terlena. Arah hadapan itu tujuan.

Maka manusia terdidik hidup dimasa sekarang bersikap realistis dan berpikir relatif.

***

*resume diskusi di markas kemaren..
*bahasan yang tepat sekali, seringkali lamanya perjalanan membuat kita lupa mengkaji apa-apa saja yang sudah kita dapatkan.

in the middle of October rain

Wanna say something?? Tafadhdhol :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s