Akhir Tahun ini Aku Malu

Akhir Tahun ini Aku Malu

Malu pada mu

Malu pada Mu

 

Penghujung tahun baru kali ini sungguh berbeda dengan tahun-tahun yang lalu. Di tahun-tahun yang lalu tgl 31 desember selalu kuhabiskan di kampong, jelaslah, pulang kampong ketika ada libur adalah rutinitas ku selama kuliah. Dan sekarang sudah tidak kuliah lagi meski status masih mahasiswa sepertinya. Co-ass.  Jadilah aku berada di Medan saja kali ini. Sendirian? Tidak, disini ramai sekali. Lihat satu kamarku saja sudah ada 10 orang. Belum lagi di 6 kamar lainnya. Rata-rata isinya 10 orang. Ramai kan.

PAgi ini, 31 desember 2012. Sudah sejak 4 hari yang lalu –hari ke 5 hari ini- aku berada di sebuah mess. Ya, kami sudah dikarantina selama 5 hari dalam acara mukhayyam qur’an Medan. Jadilah aku disini, menikmati akhir tahun dengan dengungan suara lebah kanan kiri dimana-mana. Waw, luar biasa.

Berdiri di lorong ruang makan. Semuanya asyik memegang mushaf. Ada yang duduk di kursi meja makan. Lainnya duduk di aula, tertunduk mengahdap mushaf. Sebagian lainnya yang mulai terserang kantuk berjalan-jalan sambil tetap komat kamit dan membaca mushaf. Ada lagi yang sedang duduk berhadapan dengan para musyrifah untuk murajaah atau ziyadah. Yang ini sepertinya sudah menuntaskan target tilawahnya hingga bisa beralih ke tahfizh.

Melongok ke kamar, ada yang sedang duduk komat kamit membaca almatsurat, ada juga yang tengah sholat dhuha, kebanyakan juga sambil memegang mushaf. Seorang ibu-ibu umur hampir 50 tahun dikamarku dengan kacamata baca nya juga tengah asyik bersenandung alqur’an dengan irama khas lamanya, jelas tak mau ketinggalan target tilwah hari ini. Umur tak mengalahkannya untuk berkompetisi dengan kami yang masih muda-muda. Luar biasa. Subhanallah. Ada juga yang tengah tergolek sejenak, terlihat tak sanggup kalahkan kantuk, berdiri 2 jam untuk QL malam tadi, dengan titipan pesan “ Bangunkan 15 menit lagi ya”

Sarapan pagi yang sudah tersedia sejak jam 7.30 barulah disentuh 2 jam kemudian. Betapa tidak, sepertinya mukjizat yang satu ini punya daya tarik luar biasa. Rasa lapar seolah-olah hilang. Mata juga sepertinya sangat bertoleransi dengan tuliisan unik dari kanan ke kiri ini. Cuma sesekali kami beralih sembari mengendurkan otot mata , sedikit bercakap, bertanya ke sebelah kanan atau kiri “ Sudah berapa juz?”

Syukur tak terhingga menjadi bagian dari acara ini. Meski awalnya terbersit rasa malu untuk ikut serta karena hafalan yang tak seberapa dan akhinya tersadarkan oleh pernyataan seorang saudari “ Malu sama siapa fit? Malu itu sama Allah, karena malu itulah kita ikut acara ini”. Dan Alhamdulillah, akhirnya bisa menjadi saksi orang-orang yang selalu memberikan waktunya untuk alqur’an,  tak peduli betapapun sibuknya kerja, kuliah dan rapat sana sini, ngajar privat disana sini selalu menyediakan waktu untuk sekedar tilawah 1 juz perhari, murajaah sekian lembar perhari dan ziyadah sekian lembar perminggu. Subhanallah. Malu aku, pada alasan-alasan kesibukan yang selalu ku utarakan, atau pada elesan lelahnya jasad yang sebenarnya hanya kebanyakan duduk saja di rumah sakit.

Akhir tahun ini

Aku malu padamu

Ah bukan,

Aku malu padaMu

Medan. 31 Desember 2012

*Allahummarhamna bil qur’aan…

Wanna say something?? Tafadhdhol :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s