Bahasa dan Sandi

Tiba-tiba saya teringat tentang Pramuka yang dulu saya geluti semasa di MTsN. Masa-masa yang indah memang. Dipenuhi dengan segudang aktifitas. Latihan baris berbaris, pionering, berkemah,  dan memecahkan sandi.

Ya, sandi.
Dan dulu saya adalah pecinta sandi. Sandi rumput. Sandi kimia. Sandi Morse dan sand-sandi lainnya adalah permainan kami. Anak pramuka euy..hehe. Sebuah kebanggaan luar biasa ketika bisa memecahkan sandi yang notabene tak semua orang bisa. Dulu.

Akhir-akhir ini saya menjadi tidak suka kode, sandi atau isyarat dan sejenisnya. Mengapa. Karena maknanya relatif. Sesuai dengan ingin nya si pengirim sandi. Bisa jadi sandi kimia, sandi rumput dsb. Kita si pembaca bisa salah baca kalau tak dikasih clue sandi mana yang dipakai. Gaswatt kan. Karena itu akhir-akhir ini saya pribadi jadi tak suka..hehe.

Sandi. Tak bisa dipertanggung jawabkan. Tak bisa dimintai pertanggungjawaban.

Dan, mungkin kita memang harus kembali kepada bahasa. Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sesuai dengan ejaan yang disempurnakan.
Agar tidak berserakan makna. Salah arti. Salah tafsir.

Say no to Sandi
We love Bahasa

Medan, March rain, 2013.

12 thoughts on “Bahasa dan Sandi

  1. waduhh…berarti saat penjelasan teoritis pramuka dulu gk mendengarkan dg seksama yo? atw ketiduran pas materi itu? sehingga yg dipahami praktiknyo ajo dan melupakan esensi filosofisnya…
    utk saat ini kita memang dalam keadaan aman tentram, normal dan terkendali. Tapi kita gk tw kan utk beberapa waktu kedepan kondisi2 darurat itu bisa aja terjadi, sehingga perlu ada penyamaran bahasa2 komunikasi agar tidak dipahami oleh musuh yaitu dg bahasa sandi tersebut…udah pernah dapet materi “amnyah” kan? yaa sama lah esensi nya dg sandi..
    Jadi, materi2 sandi pramuka dulu jgn “di delete” yakk, kasihan Kak Nursal “amal jariyah” nya terhenti..heheheh, pd situasi dan saat tertentu hal tersebut tentu berguna…
    #cmiiw😀

    • Haha…
      Ada pratama…
      *tiarapp!!!

      Ha y t kak..(“kakak” for all gender)😛

      Semacam amniyah y kk..
      Hee..tp amniyah kan jelas juga t kak…jelas ke amniyah an nya..

      Ya gitu lah kak..kalo dikasi tau sandi apa yang dipake, ya bisa bermanfaat kak..
      Tapi klo tak tau pun sandi apa kan bingung jadiny mentranslate ny kak..haha

      Haha..kak nursal..
      Salam utk kk nursal kalo kak suo kk nursal y kak..
      Lah lamo na ndak suo kak nursal ft kak…😉

      • salam tuk kak Nursal..kebalik fit..secara geografis Evit labiah dakek toh? kalo kak nyebrang 2 lautan n melewati byk pulau lo dulu dari Kalimantan, hehe..Medan tingga maloncek se nyo, nyampe d Payokumbuah mah..hehhe,😛
        eh, fit masih di medan kan yo?

      • oh d kalimantan kak kni t?

        y kak..ft d medan..tpi via darat kak..20 jam..haha..
        cpek kak tbo lai..

  2. wak satuju se nyoh..
    supayo klo peradaban ko berakhir, mudah pulo generasi setelah awak mempelajari sejarah masa lalu.. karena ada keseragaman yang banyak dalam tulisan yang mereka temukan

    #indigo😀

Wanna say something?? Tafadhdhol :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s