Poem and Love

Puisi bagi sebagian orang adalah makanan bagi cinta, bagi sebagian lainnya adalah pembunuh cinta.

Pernah dengar kalimat di atas? hehe, memang bukan quote terkenal sepertinya, saya juga baru tau, membacanya di percakapan film Pride and Prejudice, sudah nonton? Recommended!! Sebuah fiilm romantic realistis dengan background England kuno, elegan dan sopan. Kalau ada waktu sengang boleh juga ditontonšŸ™‚

Baiklah, kita tidak akan bahas masalah film ataupun cinta kali ini karena saya bukan pakarnya, hehe, saya cuma ingin sedikit berbagi tentang pengalaman saya dengan puisi.

Puisi, kata guru Bahasa Indonesia saya, memang diciptakan bebas, merdeka kayak Indonesia Raya. Nyaris tak ada yang mengikatnya. Enak ya nulis puisi, Iya, Bagi penulis, puisi bisa dituliskan dengan banyak cara. Saya teringat pernah membacaĀ puisi yang hanya terdiri dari satu kata lalu diulang-ulang, dipotong-potong sesuai suku kata dan taraaaa, jadilah puisi.Ā Atau ada juga jenis puisi yang panjangnya sampai berhalaman-halaman sampai saya pernah salah kira itu sebuah dialog drama. Wew. Baiklah, sejak mengetahui hal ini dan mengukur kemampuan menulis saya yang masih dibwah rata-rata (uhuk), saya memilih puisi sebagai tulisan favorit, tak ada ukuran bagus atau jelek katanya,,wahaa,,safety zone, huh?

Sebagai pembaca, saya juga lebih suka membaca puisi. Percaya atau tidak, pertama kali mengunjungi perpusatakaan daerah di Sumatera Utara, ruangan yang membuat saya paling grasak grusuk mencari bacaan adalah Ruang sastra. Hello efit,,,bukan buku kedokteran ya?haha sayangnya tidak. Saya suka membaca puisi, baik didalam hati maupun dilafazkan. Dan respon emosional saya akan keluar tanpa dapat ditahan lagi, bisa berkaca-kaca, terisak, tersenyum atau tertawa, komplit ya. Iya. Efeknya jangan ditanya, saya yang mengantuk jadi terang benderang lagi, yang lapar jadi gak kerasa lagi, yang lagi layu jadi bersemangat lagi. Itulah hebatnya puisi.

Satu hal lagi kelebihan puisi dimata saya, menafsirkannya bebas. Puisi yang sama jika dibaca lalu ditafsirkan oleh beberapa orang mestilah juga tafsirannya jadi beberapa. ya begitulah. Beberapa penulis sepertinya memang suka sekali membuat diksi yang multi tafsir , bebas memang tapi bikin penasaran. saking penasarannya kadang saya suka tuh googling makna puisi bla bla bla. Haha, ya susahnya kalau penulisnya belum terkenal, atau orang-orang disekitar kita, ya terpaksa lah penasarannya dipendam atau tafsiran sendiri dianggap benaršŸ™‚. Haha, kan tafsirannya bebas kan ya. Siapa suruh gak lampirkan makna dibawah puisinya kan ya.hehe. In short, puisi membawa pesan tersirat lebih dahsyat dibandingkan kata-katanya yang tersurat.

Bagitulah puisi menurut seorang Millaty Fitrah, bukan pakar puisi, hanya saja pencinta puisi.

Baiklah,

Karena ini Bulan Juni dan sedang musim hujan, mari nikmati sebuah puisi dari kumpulan Puisi Hujan Bulan Juni, ” Pada Suatu Pagi Hari” Sapardi Djoko Damono.

Maka pada suatu pagi hari

Ia ingin sekali menangis sambil berjalanĀ tunduk sepanjang lorong itu.

Ia ingin pagi itu hujan turun rintik-rintik dan lorong sepi agar ia bisa berjalan sendiri saja sambil menangis dan tak ada orang bertanya kenapa

Ia tidak ingin menjerit jerit, berteriak-teriak, mengamuk, memecahkan cermin, membakar tempat tidur.

Ia hanya ingin menangis lirih saja sambil berjalan sendiri dalam hujan rintik-rintik di lorong sepi pada suatu pagi.

* Sebuah catatan ringan tentang puisi, terkhusus untuk Kak mel yang pernah nanya kenapa isi blog ini dipenuhi puisi-puisi .Itulah fakta pahitnya kakanda, adekmu ini lemah dalam perkara ikatan-ikatan bahasa. apalagi menulis dengan kronologis. :p

Alasan lainnya lagi ya Quote Pride and Prejudice bisa menjawab,

Dan adikmu adalah sebagian dan sebagian lainnya.

Medan, Sepertiga Juni, 2013

One thought on “Poem and Love

  1. sesuatu yang ditulis dengan hati akan sampai kepada hati…
    sesuatu yang ditulis dengan logika harus dicerna di otak…
    menulis dan membaca puisi memiliki sense tersendiri
    i think like that.. =)

Wanna say something?? Tafadhdhol :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s