Berawal Dari Hati

 

“ Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya”( Ali Imran 159)

 

Begitulah hati. Ketika hati kita jernih, rahmat Allah akan , merambahnya menjadikannya lembut dan penuh kasih saying. Ketika hati kita jernih, dada kita meluas. Kita tak mudah terbumbu oleh kata-kata lawan bicara yang pedas. Kita lebih mudah mencerna aneka kata tanpa prasangka kemudian menyikapi dengan tindakan paling tepat. Ketika hati kita jernih, maka fikiran kita bening dan kepala kita dingin. Lisan pun hanya menghembuskan wangi dan meniupkan sejuknya akhlak yang ada dalam diri,

 

Begitulah hati. Ketika hati kita kasar, maka sikap kita menjadi keras, tidak ada kelembutan. Dada kita menyempit. Telinga kita mudah memerah mendengar sesuatu yang sebenarnya belum kita pahami maknanya. Jiwa kita dipenuhi prasangka, menebak-nebak maksud mereka yang berbicara pada kita dan bersinggungan di arena kehidupan. Maka setiap orang akan merasakan aroma neraka menghambur tiap kali kita berbicara. Mereka merasakan sakit seolah setiap huruf yang terucap dari lisan kita adalah pedang-pedang yang menyambit. Maka mereka, minimal hati mereka, berlari jauh meninggalkan kita.

 

                        Tanpa cinta

                        Kerumunan orang bukanlah teman

                        Wajah-wajah hanyalah deretan gambar

                        Dan pembicaraan hanyalah dentingan simbal

                  (Francis Bacon)

 

Semua bermula dari hati. Ketika hati kita jernih, ada kesiapan untuk belajar lebih banyak. Ketika hati kita jernih ada semangat yang besar untuk menambah ilmu. Ketika hati kita jernih ada hasrat yang kuat untuk memberikan yang terbaik bagi semua orang. Ada ruh berbagi yang dahsyat. Berbagi senyum yang tulus, berbagi wajah yang manis, berbagi kelembutan kata dan berbagi kebenaran. Hati yang jernih ibarat lampu kaca. Ia mamancarkan cahaya yang diletakkan Allah dalam nurani tiap-tiap kita, dan ilmu kata Imam Malik, juga adalah cahaya Allah. Maka setelah hati yang jernih akan ada ilmu yang menerangi.

 

(Kutipan tulisan Salim A Fillah dalam sebuah bukunya)

 

*NtMS

 

Medan, Awal Ramadhan 1434 H

“Hey, Ramadhan is in the air!! Keep spirit!!”

Wanna say something?? Tafadhdhol :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s