Anak Medan

“Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung “

 

Pribahasa yang sangat familiar kan ya,  dan sejak di Medan saya sering sekali disindir dengan pribahasa ini. How? Permasalahannya sederhana saja, karena saya masih sangat sering menggunakan bahasa daerah saya (Bahasa Minang) di depan umum, Tanya kenapa? Karena seringnya saya lupa diri kalo ini Medan, begitukah? Hehe, sebenarnya tidak bermaksud begitu, keadaan yang memaksa. Alamak gayanya. Iya, begitulah, saya entah kenapa seolah-olah selalu saja punya momen berbahasa daerah saya di daerah ini. Mulai dari organisasi daerah yang menyatukan kami, atau tempat kos yang entah kenapa secara kebetulan atas izin Allah dihuni oleh sebagian besar urang awak, haha. Belum lagi jika dihitung ketidak sengajaan . Tak sengaja jumpa orang ber BA, atau tak sengaja jumpa dengan kerumunan perantau Minang (yang jumlahnya tidak sedikit saudara2, :p), tak sengaja beli sate Padang atau tak sengaja lainnya. Begitulah.

 

Efekmya apa?Hehe, percaya atau tidak, 5 tahun di Medan, saya sama sekali tak menguasai bahasa Batak kecuali Olo saja. Parah ya, hehe, padahal dulu ketika menginjak kota ini saya pernah bertekad menguasai bahasa daerah ini, berhubung pendidikan saya yang ujung-ujungnya adalah pengabdian pada masyarakat, maka saya membayangkan suatu hari nanti saya akan berinteraksi bercakap cakap dengan inang-inang dengan bahasa mereka. Wah keren sekali. Namun sayang sekali, di tahun yang sudah lebih dari jumlah Pancasila ini saya masih sangat awam dengan bahasa Batak. Tanya kenapa? Betapa tidak, kebanyakan teman-teman saya meski berasal dari suku karo ataupun toba, tetap saja menggunakan bahasa persatuan di sini. Bahkan sebagian besar dari mereka mengaku tidak menguasai bahasa batak, sebagian lainnya mengaku hanya bisa menguasai bahasa ini secara pasif. Jadi teringat, kalau di Padang faktanya malah terbalik, hehe. Oya, poin lainnya mungkin juga karena kurang nya usaha saya untuk menguasai bahasa ini (Jujur ni,,hehe). Singkat cerita, jadilah saya 5 tahun yang lalu sama dengan saya hari ini untuk urusan penguasaan bahasa yang satu ini. 

Nah, hari ini saya ingin sedikit mengingat kembali pribahasa diatas. Malam ini saya sadar betul saya sedang berada di kota Medan, provinsi Sumatera Utara, dan fakta disekeliling saya banyak orang-orang asli, aka Batak. Maka saya kembali me recall tekad 5 tahun yang lalu. Saya bertekad, sekurang-kurangnya saya bisa hafal dan menyanyikan salah satu lagu daerah Sumatera Utara. Pilihan saya jatuh pada Boru Panggoaran. Kenapa memilih ini? Saya pernah dengar di acara OSPEK saya 5 tahun yang lalu, meski tak tau artinya, saya tersentuh saat itu, entah karena musiknya yang pas sekali dengan sense musik melow saya (ceile) atau mungkin memang karena penghayatan sang penyanyinya kala itu, Setelah saya tanya teman-teman ternyata artinya Anak Gadis Kebanggaan. Mantap. Sebuah lagu yang sarat makna. Sering dinyanyikan di acara wisuda maupun pesta nikahan kabarnya. Nah yuk mari, saya copy kan lirik lagu Boru Panggoaran, sile juga donlod lagunya

 

Ho do borukku

Tappuk ni ate atekki

Ho do borukku

Tappuk ni pusu pusukki,

 

Burju burju maho

Namarsikkola i

Asa dapot ho

Na sinitta ni rohami

 

Molo matua sogot ahu

Ho do manarihon ahu

Molo matinggang ahu inang

Ho do namanogu-nogu ahu

 

Reff :

Ai ho do borukku,

boru panggoaranhi

Sai sahat ma da na di rohami.

Ai ho do borukku,

boru panggoaranhi

Sai sahatma da na di rohami

 

* Medan, dulu saya pernah bercita-cita tinggal disini, meski metropolitan tapi bagi saya tetap saja ramah, Medan nan Ramah memang. Selain jaraknya yang tidak begitu jauh dengan kota kelahiran saya tentunya.

*Medan, jalanan nya yang padat dan ramai adalah arena sepeda motor pertama saya, hehe. Pertama kali mengendara sepeda motor disini.

*Medan, universitas sumatera utara nya telah membesarkan saya sampai hari ini. begitu banyak kali kali pertama di universitas ini. Hingga saya tak sanggup jabarkan. Hh.

 

Alhamdulillah, atas Medan dan segala settingan nya meski mungkin Insya Allah tak genap 1 tahun lagi meninggalkan kota ini. Waaah,,

 

After All, Anak Medan Do Au Kawan.

🙂

 

One thought on “Anak Medan

Wanna say something?? Tafadhdhol :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s