Allah yang ‘kan menuntunmu

RESEPSENYUM

“kau yakin, aku bisa melewati semua ini ?” tanyanya padaku

“Aku pasti kuat menerima ini semua, bukan ?” cerocosnya, tanpa sempat untukku jawab bahkan walau hanya menganggukkan kepala.

“Aku tak menyangka sampai begini efek yang akan timbul di ujung kisah ini.” Urainya padaku, dengan suara yang sudah tertahan. Aku tak tahan melihatnya kalau sudah seperti ini.

Tak ada lagi suara, suaranya yang tertahan tlah berwujud isak. Aku tak sanggup menghentikannya. Tak kuasa walau hanya membujuknya untuk sedikit mengecilkan isaknya. Hanya sanggup menatapnya.

Aku pun juga tak menyangka, dia bisa jatuh sedalam ini. Terhempas. Tanpa ada penyangga yang menopangnya. Ah. Tidak. Ada Allah yang selalu ada untuk nya. Ada Sang Maha Penyayang yang selalu menyayanginya, ada Sang Maha Berkehendak yang meridhai jalan cerita ini. Ada Allah sang pemberi skenario terbaik untuknya. Dan itu pasti.

Hanya kuucapkan do’a untuknya, semoga kuat menghadapinya, semoga dapat memetik semua himah yang telah disebarkan Allah untuknya…

View original post 251 more words

Wanna say something?? Tafadhdhol :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s