Kilas Balik Siklus Bawah Part 1

Tak Ada Yang Abadi. Saya suka kata-kata ini, kononnya judul lagu ya, haha, saya juga suka lagunya. Bener memang. Tak ada yang abadi. Apa saja. Status juga, Dan hari ini hari terakhir perco-ass an, artinya mulai besok saya melepas status co-ass a.k.a dokter muda. Berubah jadi dokter beneran atau dokter tua kah? No no no, none,not yet, Dear efit. UKDI is waiting. Baiklah mumpung masih belum pening-pening kali, dan neuron-neuron masih simpan memori, saya nak berbagi cerita kali ini.🙂

Bismillah…

Huaaaaa…saya tak tau mau memulai dari mana. Dari depan, dari belakang dari atas atau dari bawah waah . Baiklah, intinya hari ini saya ingin bercerita. Cerita apa? Cerita tentang perjalanan panjang dunia percoasaan seorang anak manusia bernama Millaty Fitrah. ceile gaya. iya serius. Sepenggal kisah coass, sedih senang, nangis ketawa, santai deg-degan pokoknya campur aduk harus dilalui. Nah saya mau sharing dikit tentang kisah-kisah memorable standar anak coass😀. Ceritanya perstase aja ya, kita mulai dari siklus bawah. Ada 10 stase di siklus bawah : Gizi, Gimul, PD, Kardio, Paru, Anak, Neuro, Jiwa, Kulit, Radiologi

1. Stase gizi

Ini stase tersantai, terdekat dan terpulang cepat haha. Iya, disini masuknya jam 8 (eh atw jam 9, saya lupa :D) pulang nya jam 12. Trus tugas nya bisa dikatakan gak ada, perihal paper, pretest dan post test pun tak bisa lah kita sebut ujian saking woles nya haha. Jadi kalo ditanya apa peralatan perang untuk stase ini ya jawabannya satu aja, pulpen. Kalo buku panduan biasanya dipinjamkan administratornya, atau kalo pengen punya pegangan pribadi ya bisa dibeli atau dikopi, tersedia di Toko alat tulis dan fotokopy depan kampus. Gampang kan.(boleh ya :D).  Cerita tentang dokter nya ya beragam, mulai dari yang simple banget, sampe yang njelimet ngasih tugas nyari pasien ke rumah sakit, membuat kami harus terpapar dengan pasien Adam malik (padahal belum waktunya :D) Trus yang enaknya juga, lokasinya dekat, noh di penghujung kampus kami jadi bisa la koass jalan kaki tapi rata-rata naik kendaraan juga sih, soalnya pas koass dunia memang jadi berubah lebih susah diinjek pake kaki :p Trus kalo diingat-ingat, yang paling berkesan dari stase ini adalaaah…jreng jreng jreng “Tahu dangdut ILKOm” haha, iya, bener, pertama kali kenal tahu dangdut ya di stase ini, dan kami jadi pelanggann setia selama 2 minggu, Setiap hari,🙂 . Perbaikan gizi, lae,,, :p. oya satu hal lagi, di stase ini kami masih cupu-cupu dengan jas putih mengkilappp.😉

Image

Foto bareng untuk yang pertama kali, masih jaim😀

Image

Serius ngerjain tugas *gaya-gayan :p

2. Stase Gigi Mulut

Stase ini stase yang rada-rada keluar dari ke”umum”an kami haha, Hmm tapi perlu juga dipelajari, bisa  la, biar kami tau juga kalo pasien nya bagian gigi mulut ya bukan wilayah kami, monggo kasih ke sejawat dokter gigi, berbagi rizki #ehh. Selama di stase ini kami juga lumayan santai, soalnya hari coass dibuat selang seling, terkait dengan ketidakseimbangan jumlah coass, jumlah pasien dan besar ruangan. Jadilah kami sehari libur sehari masuk selama 2 minggu. Horeey, kami senang #ehh. Then, perihal pretest, paper dan pposttest cukup menantang, bahan yang dikasih semua berbahasa inggris euy, jadinya kami seolah translator selama disini, Tak apalah, meski kami byk salah-salahnya , apresiasi dokter giginya keren, jadinya kami bersemangat belajar di stase ini. Trus at least bisa la jadi pasien sejawat sendiri, haha, di stase ini kami saling periksa gigi, dan finally saya berakhir di kursi periksa untuk scelling, dengan harga spesial, murah, yaiyalah harga ukhuwah, eh harga sejawat🙂. Oya meski awal-awalnya sempat agak-agak gimana gitu soalnya semua penghuni stase gigimulut ngasi komen tentang susunan gigi saya, mulai dari perawat sampai dokter giginya, untung satpam luarnya gak liat gigi saya haha.

Image

Foto bareng supervisor Dokter Gigi penguji

3. Stase Penyakit Dalam

Ini stase terpanjang di stase bawah, disebut juga stase paling menakutkan pertama (ada yang bilang kedua) hehe. Stase ini lamanya 12 minggu a.k.a 3 bulan. Dibagi lagi menjadi stase ruangan 6 minggu, stase luar 4 minggu, stase poli 2 minggu. What a long daaay. But after all,  harus dijalani, karena bagi dokter umum ya disinilah stase paling banyak kompetensi nya. Begitulah, kami yang sebelumnya melalui 2 stase santai (seperti tertera diatas) nan hanya butuh puplen saja, berakhir dengan serangan mendadaK ke toko alat kesehatan untuk melengkapi tas perang kami. Mulai dari Stetoskop, tensimeter, thermometer, refleks hammer, dsb.  Oya rutinitas kami dimulai jam 06,00. Artinya bagi saya, jam 05.30 sudah berangkat dari rumah. Jadilah kami tak pernah melihat sinar mentari (alahay gaya ;D) karena pulangnya juga udah kesorean, jam 17.00. Di minggu pertama kami disibukkan dengan tugas Laboratorium, kami bak putri Lab yang kesana kemari memegang spuit darah, pot urin, ataupun feces. Di kala itu kami juga dihantui dengan isu sidak salah seorang supervisor yang mewajibkan pemeriksaan rutin (darah, urin dan feces). Walah, terkantuk-kantuk dengan hati yang harus diikhlaskan kami ngobrak abrik lab dengan mata bereng karena keseringan liat angka Hb sahli. Kadang ketiduran pas nungguin periksa LED. Belum lagi bakar-bakar urin yang kadang kalo kematengan bisa meletup sendiri. Nah periksa feces paling ribet dilakukan, why? pasiennya gak nyaman pas diminta feces nya, kita yang meriksa juga kalo gak ada indikasi ya juga rada rada gimana gitu gerjainnya. Ya apala daya, karena isu sidak dan berhubung masih kocro kocro, dilakukan juga. What an innocent young doctor🙂. Lewat minggu 1 bagai surga, iya soalnya bagian per”Lab”an memang paling heboh. Belum lagi tugas follow ketat juga paling banyak dilimpahkan ke coass minggu 1 terlebih di jam-jam tidur enak. Mungkin biar terpapar lebih banyak dengan pasien kali ya, haha. Minggu-minggu berikutnya kami disibukkan dengan tugas ruangan, tiap-tiap coass harus megang pasien. Jumlahnya dibagi rata. jadi setiap pasien harus kita kuasai rekam medik dan teori tentang penyakitnya. Why? karna waktu visit ditanya. Penyakitnya pun sudah kelas atas, maklumlah rumah sakit kami tercinta adalah rumah sakit tipe A. Jadilah kami sering megang pasien keganasan yang udah stadium terminal, atau pasien yang penyakitnya jarang-jarang dijumpai. However, sebenernya supervisor gak minta kuasai all about the disease, hanya saja how to diagnose memang harus dikuasai, misalnya perihal anamnesa dan pemeriksaan fisik. Itu penting katanya untuk membentuk pola berpikir yang tepat dan sistematis. Okesip. we’ll do our best, doc!! *ups *maybe already :p. Hmm. hal lain yang memorable di stase penyakit dalam adalah “jaga”. Ada jaga malam (jamal) ada juga jaga siang (jasi??). Kerjaan nya apa? beragam. Ada istilah follow ketat a,k,a folket, ini tugas paling sering namun paling boring bagi kami-kami hehe, ya begitulah, kondisi pasien yang datang ke rumah sakit adam malik tercinta cenderung gawat-gawat, jadinya pemantauan vital sign (tanda-tanda kehidupan –> kesadaran,tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu tubuh) menjadi penting. Per berapa jam. Tergantung kondisi pasiennya, ada yang per 4 jam. per 2 jam, perjam, per setengah jam bahkan per 15 menit. Tugas lainnya? Follow up pasien, ini biasanya dikerjakan oleh yang jaga malam pas paginya, semacam say hello (??) ke semua pasien dengan meriksa vital sign nya. Cool🙂. Selain itu kalau ada pasien baru di IGd ya ttugasnya mendampingi resident nya, ya denger2 residen anamnesa atau liat-liat cara periksanya (kadang disuruh periksa sendiri juga) ya mudah2an bisa nyantol juga ilmunya. Kalo suasana lagi enak abang2 atau kakak2 residen juga bisa diajak diskusi. Lumayan kan, hehe. Nah, hal yang paling sensitif dikala jaga adalah perihal tidur, Aha, seriously, Tidur kami gak usah dipertanyakan, pasti kurang :p Kalo jaga malam, biasanya jam tidur dibagi 2 mulai jam 00-03 dan jam 03-06. Saya dari dulu suka tidur di shift pertama. Lebih aman semuanya. Aman tidurnya, aman sholatnya, aman mandinya🙂. Kalo jaga siang gak begitu ribet tapi ya harus bela-belain menempuh jalanan malam pas pulangnya sekitar jam 20.00. Lebih kurang lah, sering lebih sih😀 Soalnya harus nunggu yang jaga malam datang dulu, nah ini juga sensitif ni. jangan telat deh pokoknya, kasian yang jaga siang, trus juga gak enak diberengi kawan sendiri kan, haha,

Image

Foto pulang jaga siang. Yang baju biru resident nya, pake seragam jaga🙂

Minggu 7-10 kami berada di rumah sakit lain, diluar rumah sakit Adam Malik. ada yang di RS.Pirngadi, RS. Putri Hijau, dan RS, Haji, kami menyebutnya stase luar  sih, haha, biar keren gitu semacam resident yang lagi tugas di luar kota, :p. Ya, stase luar adalah stase istirahat katanya, stase yang ditungu-tunggu. Tapi setelah dijalani malahan lebih banyak nungu-nunggu gak jelas, yang berefek pada kebosanan, dasar kaminya ya jadi kompensasi ke jalan-jalan, nonton, dan finallyy, atropi otak. Benerr. Serasa 6 minggu ilmu yang udah di dapat jadi lumer semua…wuaaa,..

Image

RS. Putri Hijau

Nah-nah, nothing last forever, sampailah di minggu 11-12. Minggu poli. Disini para coass dilatih jadi dokter beneran, ya semacam latihan duduk di kursi dokter puskesmas laah😀. Kita yang nanya-nanya, periksa-periksa dan resepin obat, dibawah supervisi resident tentunya. In short, minggu poli menghangatkan kembali otak-otak kami yang beku. Senangnya. Ups, tapi ujian posttest menantii. Di minggu terakhir inilah kami dihadapkan kenyataan bahwa, tidak ada naik tingkat tanpa ujian, tidak ada pindah stase tanpa posttest. Dan mulai lah adrenalin meningkat, degdegan nunggu dihubungi pembimbing (resident) yang kalo untung dikasi bimbingan, kalo dapat yang supersibuk ya dihubungi aja dah syukur, trus dikasi tau siapa supervisor pengujinya. Hari H kami dapat kertas yang digulung kecil-kecil dan taraaaaaaaa sebuah nama tertulis and thats your patient. Barulah kami degan hebringnya akan bergerak ke bangsal pasien, dengan keringetan nanya-nanya dan periksa pasien. Dengan  waktu yang terbatas kami harus menulis status dan menghafalnya untuk dilaporkan kepada penguji saat posttest. What a short time!! But however, Rata-rata kami lulus semua, Hmm, saya waktu itu dapat pembimbing dan penguji yang baik, kasus pasiennya juga terbilang familiar dan finally I got it, alhamdulillah.

Image

Ini foto saya dengan pembimbing yang baik🙂

To be Continued

5 thoughts on “Kilas Balik Siklus Bawah Part 1

  1. hahha,,sudah mulai rupanya rekap tulisan pasca co-as nya ya hihi,,ditunggu cerita2 selanjutnyaa,,,,btw uni,itu jam kita kok mirip yaa,,minjem ya kmren :p

Wanna say something?? Tafadhdhol :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s