Ujian dan Syukur

Banyak hal-hal yang diluar kuasa kita manusia. Saya, hampir putus asa, perkara ujian kompetensi yang diadakan 1 bulan yang lalu, sebabnya juga sama, banyak hal yang diluar kendali kita, saya tak menyangka kondisi tubuh yang biasanya fit fit saja meski dibawa kemana-kemana, mengerjakan berbagai hal akhirnya jatuh tepat seminggu sebelum ujian tersebut. Padahal sebelumnya sudah menargetkan bahwa belajar prakteknya sebagai refreshment adalah seminggu sebelum hari H, biar masih fresh gitu🙂 . Namun begitulan keadaan tubuh yang tidak memungkinkan membuat saya hanya bisa belajar dalam tidur, alias”mato lalok hati batanggang”. ‘Ala kulli haal, Alhamdulillah Allah memberikan kesembuhan H-1 sebelum ujian sehingga bisa sedikit mengulang kaji dalam semalam. Jelas saja akhirnya ketika ujian merasa tidak maksimal dan setelah ujian saya termangu, tak tau mau cakap apa, hanya berusaha tersenyum mendengar keluh kesah teman yang merasa banyak salah saat ujian. Cuma mau bilang meski tak terucap, saya jauh lebih tak maksimal dibanding ceritamu, teman. Dan sesampai dirumah berakhirlah saya pada teleponan dengan kakak, menyatakan keputus asaan saya. Untunglah si kakak mengingatkan saya atas kekuatan doa, karena tetap saja, dalam dunia yang penuh kelogikaan ini ada hal-hal diluar kendali kita, God factor. Itulah yang kita harapkan di sepanjang usaha kita. Dan kita wajib percaya itu, bahwa harap-harap cemas, raja’ dan khauf adalah keharusan dalam menghamba. Perkara hasil, tak peduli itu sesuai dengan kehendak kita atau tidak, kita juga harus yakin bahwa ada rencana Allah atasnya dan itulah yang terbaik untuk kita. Demikianlah yang dinasihatkan pada saya kala itu dan berhasil, paling kurang saya cukup tenang menunggu hasil nya yang keluar.

 

Tiga hari yang lalu saya dikabari seorang teman, bahwa hasilnya sudah bisa dilihat di website, dan mulailah saya mengakses websitenya dengan perasaan harap-harap cemas dan Alhamdulillah nomor ujian saya keluar. Ya Rabb sungguh besar nikmat mu, maka sebagaimana do’a Nabi Sulaiman maka kabulkanlah do’a kami Rabb…

27:19

maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdo’a: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni’mat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

Ya Rabb, dan hanya atas rahmat, nikmat dan karuniamu lah kami bisa mendapatkannya. Maka sebagaimana halnya Doa nabi Sulaiman, berilah kami hidayah agar tetap mensyukuri mikmatMu ya Rabb, karena itulah sebesar-besarnya nikmat yang dengannya kami bisa menikmati nikmatMu. Dan berilah kami kekuatan untuk tetap beramal sholeh dengan nikmatMu ya Allah, agar kelak kami bisa menjadi dokter dambaan umat dan masukkanlah kami dengan rahmatmu, karena hanya dengan rahmatMu, ke dalam golongan hambaMu yang Sholeh. Aamiin ya rabbal ‘alamiin.

 

Payakumbuh, medio Maret 2014
Ketika kabut asap melingkupi..
Tatkala hujanMu kami nanti,,

One thought on “Ujian dan Syukur

Wanna say something?? Tafadhdhol :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s