We call it “Work”

Justru sebab rizqi kita telah dijaminkan, maka makna kerja kita adalah pengabdian seutuhnya kepada Allah SWT.
Justru sebab kita tahu bahwa bekerjanya kita maupun karunia yang dilimpahkan melalui keduanya sama-sama anugerah Allah ‘Ajja wa Jalla, maka bekerja sudah seharusnya ditunaikan dalam gembira.
Justru sebab kita tahu bahwa kerja kita bukanlah penentu dari apa yang kita nikmati, maka bekerja sudah seharusnya merupakan bentul luapan syukur kita pada Dzat Yang Maha Bijaksana.

Maka bekerja adalah ibadah sehingga bekerja sudah semestinya ditekunkan dengan itqan, bahkan sejogjanya diperjuangkan sampai ihsan.

Sesungguhnya Allah cinta kepada hamba yang berkarya dan itqan (tekun-terampil). Barang siapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka dia serupa dengan seorang yang berjuang di jalan Allah (H.R Ahmad)

Cited in Lapis-Lapis Keberkahan written by Salim A Fillah

Sawahlunto, in the middle of “work”, on the end of December 2014
#note to my self

One thought on “We call it “Work”

Wanna say something?? Tafadhdhol :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s