Our Love Story

And this is…When you ( or other people) ask me the reason W.H.Y Y.O.U ;

” I love you because the entire universe conspired to help me find you ” (Paulo Coelho)

***

Hufft,  ” Welcome to the hottest planet, Cikarang” saya bergumam sembari menghela napas dan mengelap keringat di dahi. Layar di Hp menunjukkan tanggal 12 Oktober 2015, saya Millaty Fitrah, seorang dokter yang baru saja menyelesaikan program Internshipnya di Sawahlunto tanggal 7 Oktober 2015 resmi sudah menginjak tanah Jawa dalam rangka mencari sesuap nasi dan segenggam (uhuk) berlian :D. Aamiin. Masih terngiang pesan-pesan dari keluarga yang mengisyaratkan kekhawatiran, Cikarang bukan tanah yang ramah, begitu kabar dari saudara jauh yang sudah lama tinggal di Jakarta. Sebenarnya teman teman asal Jakarta juga mengingatkan hal senada jikalau orang yang nota bene baru pertama kali menginjak pulau Jawa ada baiknya jangan memilih Cikarang sebagai trial pertama, takutnya ntar kapok dengan kesan kota ini.

Entah keberanian dari mana yang muncul tiba-tiba setelah Internship ini, mengingat saya adalah orang yang paling takut menentang arus (?) apalagi yang namanya arus keluarga. Dulu, dulunya lagi banyak pilihan-pilihan arus yang saya ikutkan. Eits saya lupa satu hal, ada kakaknya saya yang selalu menyemangati dan menantang(?) saya untuk menginjak pulau Jawa especially Jakarta. Kata beliau untuk menempa mental saya yang (uhuk) terlalu safety zone. Berbekal keyakinan bahwa bumi Allah itu luas, bukan hanya Payakumbuh dan sekitarnya, akhirnya saya mendarat di planet Cikarang ditemani kakak sang guardian angel 🙂

Sesampainya di Cikarang saya langsung menuju klinik tempat saya akan bekerja. Klinik Sabila Medika. Pemiliknya, seorang dokter asal Batu Sangkar sebelumnya telah mengabari bahwa saya akan disambut oleh Bidan dan akan dicarikan tempat kos-kosan. Berbekal alamat klinik saya menyetop sebuah taxi dan setelah berputar-putar lebih dari 45 menit akhirnya sampailah saya dan kakak di klinik tersebut.

Singkat cerita jadilah saya dr. Milla di klinik ini.

Suatu hari saat saya dinas shift panjang (jam 09.00 – 21.00) saya ditelepon dokter owner klinik, beliau mengabari bahwa salah seorang pasien beliau yang kebetulan adalah murid binaan beliau akan datang berobat malam itu,

” Pasiennya udah saya periksa dan saya kasih obat minggu lalu dok, namun sepertinya tidak ada angsuran, mungkin baiknya dirujuk saja. hmm..tapi tetap ini adalah otoritas nya dokter, silahkan dokter periksa dulu”

“Owh ya dok, nanti saya periksa dulu dok” jawab saya.

Malam itu hujan deras, pasien yang datang ke klinik juga tidak begitu ramai, saya masih menunggu pasien dokter.

Seperti biasa perawat akan menyerahkan rekam medis pasien ke tangan dokter sebelum pasien masuk ke ruang periksa. Berhubung sudah mendekati jam pulang begitu rekam medis sampai di tangan, saya langsung memanggil nama pasien, ” Pak Iftroni Haritsah, silahkan masuk” Sesosok (?) orang yang sebenarnya tidak asing lagi bagi saya karena beberapa kali (2 kali) pernah saya liat wajahnya Jumat malam di klinik masuk dengan wajah yang basah dan meminta maaf karena sedikit telat. Saya melirik lembaran rekam medis, merasa agak bersalah juga memanggil dengan panggilan pak melihat umur yang tertulis 24 tahun, setahun lebih muda dari saya. Ia duduk dengan tenang, tidak terlihat begitu sakit, sambil menjawab beberpa pertanyaan yang saya lontarkan tentang keluhan penyakitnya. Keluhan nyeri dada kanan sejak 1 minggu yang lalu sebelumnya tabrakan dengan teman saat bermain futsal. Sudah diberi obat anti nyeri oleh dokter owner klinik yang memeriksa sebelumnya. Berkali-kali saya menanyakan, ” Benar tidak kurang sakitnya sejak minum obat?” Sang pasien dengan tegas berulang kali juga menjawab “Tidak dok, mungkin ada baiknya dii ronsen ya dok” Saya yang tidak ingin seenaknya memberikan rujukan akhinrya menyuruh pasien untuk diperiksa terlebih dahulu. Mulailah saya melakukan pemeriksaan fisik standar untuk keluhan ini dengan berbekal stetoskop dan… taraaa sarung tangan :). Saya masih saja menilai tidak ada yang perlu di ronsen karena semuanya normal kecuali nyeri tekan yang masih saya simpulkan sebagai benturan jaringan atau otot. Namun karena pasien di depan saya ini sedikit bersikeras dan karena sudah ada memo khusus dari dokter owner klinik akhirnya saya tanda tangani jua lah surat rujukannya.

Dua minggu setelah hari itu, di saat saya mendapat shift panjang, saya bertemu lagi dengan pasien tersebut, saya baru sadar kalau hari itu adalah jadwal rutin melingkarnya di klinik. Pensaran dengan hasil rujukan yang lalu, baru saja dia masuk saya langsung berdiri dan mengajukan pertanyaan, “Jadi gimana hasil nya kemarin, gak ada yang patah kan?””Ada dok, iga 11 12 kata dokternya”

“wah iyakah?” sedikit tidak menyangka dengan jawaban si pasien.

***

Sama tidak menyangkanya ketika si pasien ini lah yang fotonya terlampir di proposal ikhwan yang akan diproses dengan saya. Awalnya saya terkejut, sempat merasa takut tidak cocok karena banyaknya perbedaan dan jarak kota asal kami. Namun takdir jodoh memuluskan jalan pertemuan kami. Payakumbuh – Yogyakarta ternyata dekat. Iya, dekat di hati. (ciyee :p). Alhamdulillah.

Dengan tidak melupakan kebaperan yang saya miliki, saya memikirkan puzzle2 saya dan suami, ada kesamaan ataupun hubungan yang kadang suka saya sambung2kan, hehe, misalnya saja nama kami yang bisa dikatakan serima atau senada Millaty Iftironi; Fitrah Haritsah (ciyee :p) atau plat nomor kendaraan Sumatera Barat dan Yogyakarta yang seolah bercermin BA dan AB. (kan kan, kamu udah ditakdirkan jadi cermin akuh haks haks :D). Selanjutnya ketika melihat foto ayah dan ayah  mertua, saya menyadari bahwa mata beliau2 ternyata mirip, (mirip berarti anaknya jodoh, gitu ya :p) kesukaan dan kebiasaan beliau berdua juga ada yang sama, semacam minum teh di pagi hari atau ketidaksukaan adegan tangis-tangisan saat bermaaf2an di hari lebaran. Oya satu lagi saya punya teman dekat yang juga menikah dengan seorang alchemist yang usianya juga terpaut lebih muda dan juga berasal dari almamater yang sama (aihh memang kompak kali lah kami :p). Kebaperan yang make sense kah :P? Untungnya saya menyimpulkan jaring-jaring hubungan dan puzzle  setelah ijab qabul, kalau dilakukan sebelumnya saya rasa akan berdampak kegalauan dan pengharapan yang tiada akhir. 😛

Demikian.

Setelah semua perjalanan panjang saya dari Sawahlunto-Payakumbuh-Cikarang, saya tiba-tiba menjadi sangat haru, ini lah skenario yang Allah siapkan untuk menjadi takdir jodoh saya. Sebuah misteri hidup terindah (kata orang). Ternyata kamu jauh ya di Cikarang.;)

After all saya menyadari dengan sangat, saat ijab qabul terucap, bahwa jodoh memang di tangan Allah. Tidak ada kuasa manusia atasnya. Segala macam kriteria yang tercantum ataupun segala kedekatan bahkan kesamaan bukan jaminan jodoh. Saya sampai nyubit2 tangan, apa benar ini nyata, (sekalian biar groginya ilang), seolah saya seperti digerakkan saja oleh Allah untuk pada akhirnya duduk di Masjid Muhsinin Hari Sabtu tgl 26 Maret 2016. Setelah sebelumnya Allah bulatkan tekad saya saya untuk memutuskan  berangkat ke Cikarang tgl 12 Oktober 2015. Setuju untuk diproses dengan seorang ikhwan tgl 1 Januari 2016. Setelah sholat istikharah dan jadi spywoman beberapa hari, tanggal  7 Januari  2016 menjawab “Insya Allah lanjut”. Memantapkan hati lewat taaruf pribadi tanggal 16 Januari 2016. Tanggal 20 Februari 2016 untuk pertama kali bertemu dengan camer 😀 di Payakumbuh sekaligus acara khitbah dan penentuan tanggal akad nikah dan walimahan 26 Maret 2016. Alhamdulillah.

Terakhir, kata-kata Abbas Al Aqqad berikut selalu saja membuat saya mengaangguk angguk :

Sesungguhnya intisari dari pengalaman dan filsafat cinta itu adalah, bahwa kau tak mencintai saat memilih, dan kau tak memilih saat mencintai dan kita berjalan mengikuti takdir Allah saat kita dilahirkan, mencintai dan mati (Abbas al Aqqad)

Special Note :

Teruntuk lelaki separuh jiwa, tiga bulan sudah, mohon maaf atas segala kekurangan diri,  terima kasih untuk hal-hal sederhana yang melengkapi. Pengertian, pemahaman, bantuan, nasihat, perhatian, and so many things I can’t mention, and you know,  I always call it L.O.V.E. Yeah thank you for your Love. Thanks for really complete me with so different extreme point we have.

Taman Lembah Hijau, di sepertiga akhir Ramadhan, di seumur jagung Pernikahan, 26 Maret – 26 Juni 2016.

Taraweh dan Sajadah

Ramadhan 1437 H adalah Ramadhan pertama di perantauan pulau seberang. Ternyata memang benar, dimana saja di penjuru bumi ini adalah miliknya Allah, tidak perlu takut, orang-orang nya, hamba Allah,  meski berasal dari suku dan etnik yang berbeda tetap saja pada akhirnya memberi kesan baik di diri saya yang dulu sempat saya curigai menganut paham chauvinisme alias sukuisme yang melebihi kadarnya :D.

Setiap taraweh saya termasuk orang yang sangat menghindari prilaku ribet, alahay bilang ajae males fiit hehe. Saya lebih memilih membawa  tangan kosong dan melenggang ke masjid dengan full atribut mukena dari rumah. Kenapa begitu? Biar gak perlu menenteng mukena plus sajadah dan harus memilih pakaian yang layak pakai ke masjid. Jadilah saya dibonceng suami ke masjid dengan penampakan sedikit ribet (oleh orang yang melihat :p), berhati-hati takut kibaran mukena masuk ke roda, hee. Perihal sajadah apalagi, lagi-lagi pikiran simpel saya berkelebat, di masjid kan bersih, udah digelar karpet yang bersih lah ngapain bawa sajadah, pertama ribet, kedua saya takut lupa dan meninggalkan sajadah saya tercecer dimana-mana (lebay) :P)

Dan apa yang terjadi setelah saya sampai di masjid, sejak malam pertama sampai malam ke 20 saya akhirnya selalu bersujud di atas sajadah, kenapa bisa. Karena selalu saja ada ibu-ibu peduli yang menawarkan sajadah  yang tersimpan di lemari masjid atau ibu-ibu  baik hati yang saat akantakbiratul ihram bela-belain merotasikan sajadah nya hingga membentang di hadapan saya. Point plus lainnya ibu-ibu itu selalu mengarahkan bagian atas sajadahnya ke arah saya yang artinya bagian kakinya ke arah ibu si empunya. Duh baiknya ibu. Saya jadi terharu dan malu. Moga jadi amal ibadah di bulan Ramadhan nya bu. Aamiin.

Demikianlah, Ramadhan dan taraweh pertama di pulau Jawa. Ternyata syahdunya masih sama, hangatnya ukhuwahpun berasa.

Masjid Al-Hidayah, The Green Valley Ramadhan 1437 H.

My Mirror

Hello my mirror…
I always get baper whenever beside you..
Yea..maybe I’m the only one who feel so because you describe yourself as a calm and rational one.

It’s happy to know that we have the same old today .. even you almost forget this day huh..how cute you are darl..caring less about the date..what a man!!

What about Batman vs Superman movie we watched last midnight. U took me to movie to please your wife huh..thank you so much but frankly to say I prefered to helping my sleepy eyes rather than watching their action on the screen. But I really enjoyed sitting behind u riding motorcycle to the movie, talking so many things, asking why this why that (especially about chemistry). You are really a great alchemist -for me-. It was also a fun thing to walk beside you wearing the same jacket (nice to know we have the -almost- mimicry jacket with our fav color blue). You said we looks like alay teenager, right. Haha..if it is with you it will be oke for me.

So Happy Birthday my mirror.Hopefully u have barakah age
Doing great things along the journey to reach paradise.

Hopefully we will be looking and staring each other like this. Beautifying our self in order to get better reflection in the mirror.

Last but not least, let’s thanks Allah for His great mysterious destiny. That today in your 25 years I’m here as your mirror.

The Green Valley, April 6th 2016
With love

Enjoy

Mama : “kan lai lomak karojo disitu  kan? (dst)? ”

Papa : ” lai sonang ati fit disitu kan, (dst)”

Kakak : ” lai managiah dek wak situ kan?”

Adik :” lai asyik situ kan kak cit?”

Abang sepupu: ” lai enjoy fit situ kan?”

Pertanyaan inti yang sama dari semua anggota keluarga saya di awal kepindahan saya ke tempat kerja yang baru, apakah saya nyaman, apakah saya menikmati. Bukan pertanyaan lain, berapa nominal pasien atau berapa tambahan rekening bulanan di awal bulan  :p. Karena mungkin dunia pekerjaan ternyata tidak seperti dunia perkuliahan ataupun internship sekalipun. Suasana nya menjadi berubah. Tidak ada teman haha hihi seumuran layaknya dulu, tidak ada tindakan yang  ” the risk is on their shoulder” or ” sorry, we are supervised” sambil minta tolong dosen atau pembimbing, tidak ada lagi. Now We are standing on our own feet.*note

Karena mungkin saya merantau jauh (lagi) dan tidak ada satu orang pun saudara disini. Semua seperti saya mulai dari nol lagi, nyari kosan, beli peralatan kebutuhan sehari hari, berkenalan dengan kanan kiri, and I am miles away from home, alone, again. 🙂

Karena mungkin keluarga terkhusus orang tua adalah sosok yang paling paham siapa kita, yang paling tak tega kita menderita, alahay, tapi memang iya, .

Dan kita masing-masing mungkin punya cara berbeda menjawab pertanyaan  diatas. Saya pribadi selalu diajari sang kakak untuk selalu menjawab “everything is oke, i enjoy it much“. Haha.. But I’m not lying. Saya tipikal orang yang mudah menikmati suasana baru, bahkan suasana yang bagi orang lain mungkin membosankan atau bagi orang lain terkukung. Katrok kali ya. Haha. Bagusnya  saya orangnya betahan, jeleknya saya jadi nyaman dan stay di tempat pertama saya berdiri, susah mupon gitu kali ya, haha.. eh ga gitu juga sih (?), intinya ga maju-maju jadinya :p. Bisa jadi ada benarnya, tapi di titik ini saya hanya ingin menjalani apa yang telah saya tekadkan dan rencanakan sedari awal. Kalau melihat rumput tetangga (seperti) lebih hijau, saya cuma ngomong dalam hati toh tentang warna rumput kita juga punya selera yang bebeda. *ngeles

Tentang enjoy yang nota bene adalah kata kerja, saya menyadari ianya tidak hadir serta merta, maka saya sedang mengusahakan untuk menikmati apa-apa yang saya jalani hari ini.

Finally, as people said:

Choose a job you love and you will never work a day in your life,

The green valley, Cikarang
In the beginning of 2016.

One Year Journey to Remember

Kalau lah ditanya apa yang paling berharga dari kehidupan pastilah jawabannya beragam. Namun jika ditanya yang paling berharga dan   jika berlalu tak mungkin kembali, maka jawabannya mungkin satu, yaitunya waktu. Makanya sering ada idiom : andai aku dapat mengulang waktu. Waktu, bahkan Allah sang Khalik pun mengabadikan waktu dengan bersumpah atas namanya dalam surah Al Ashr.

Waktu, bagi saya dengan segala kemelowan yang saya miliki (?), adalah suatu settingan kenangan dan calon kenangan. Alahay..bahasamu Mill. Haha iya,  hari ini saat melihat kebelakang,  betapa kemaren, kemarennya lagi, minggu lalu, bulan lalu dan tahun lalu terasa ahh, begitu dekat tetapi tak mungkin kembali. Tuh kan saya melow.. 😀

Tahun 2015 dalam hitungan jam akan segera berakhir, ada banyak settingan waktu dan tempat yang telah mengukir kenangan di tahun ke 25 saya, karena manusia (red ; Saya) terkadang suka lupa maka saya ingin publish beberapa foto yang mewakili kegiatan di tahun 2015.Lets Check these out….

IMG-20151124-WA0003

My first view in Sawahlunto a.k.a my Santorini  :D.  Welcome to The Little Dutch!! Bagus yaaa… 🙂

 

IMG_20141017_105357

ID Card Iship RSUD Sawahlunto.. what a long waiting to get it 🙂

 

IMG-20141018-WA0009

Hari pertama sebagai Iship RSUD Sawahlunto..

 

IMG-20150415-WA0031

Salah satu kegiatan di Posyandu Puskesmas Silungkang Sawahlunto..

 

IMG-20150212-WA0002

Ujian kesabaran a.k.a kebanjiran di jaga malam pertama di Puskesmas Silungkang…

 

IMG-20150212-WA0017

Dalam 2 jam Puskesmas kembali bersih. Bersama kesulitan ada kemudahan.. :’)

 

Jpeg

Before Departure. Wajah “rusuah” mama papa is “unhiddenable”hee

 

IMG-20150421-WA0000

Pro : Millaty Fitrah    Dx : Varicella Zooster 😀

 

IMG-20150525-WA0008

Pelatihan ACLS together with Iship Sawahlunto team..

 

IMG-20150526-WA0012

My handwriting in ACLS as notulen. Starting case : Supra Ventrikular Tachycardia.

 

IMG-20150905-WA0004

Korban gelas pecah.. hehe

 

IMG_20150806_192206

Hasil “karya” saudari-saudari sejawat. Thanks a bunch :’)Tuh kan saya jadi kangen kalian,,hehe

 

IMG-20150804-WA0008

Hari jadi ke 25. Together with my beloved Internship team and our great tutors..thank you for the unsurprising surprise :p

 

IMG-20150927-WA0082

For every hello there is a good bye. Farewell trip Iship sawahlunto.

 

IMG-20151006-WA0112

Farewell Internship Sawahlunto at Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto.

 

IMG-20151202-WA0027

And for every good bye there is new hello. Here I am at Cikarang. This is our Sunday morning activity in Klinik. Senam Nusantara..Stay Healthy good people.. 🙂

Time flies, memory remains. One year full of stories, long road we have been walked through, many lessons and joy  we shared though. Hopefully wherever we are today, phone called, message and prayer keep us in touch forever. Can’t wait to see you soon all.

Moreover I thank Allah for everything happen in my life. I always get melted whenever I look back and see the puzzle of my life was perfectly arranged by Allah. And I am curious what part comes next in year ahead. One thing I believe,  Allah is the best planner. No doubt. Definitely.

 

(late post)

January, 1st 2016

The Green Valley -Bumi Allah-